Tuesday, February 19, 2008

73 golongan

Dari 'Auf bin Malik yang berkata: Rasulullah bersabda:

"Umat Yahudi terpecah menjadi tujuh puluh satu golongan, satu golongan di jannah sedangkan tujuh puluh golongan di naar. Umat nasrani berpecah menjadi tujuh puluh dua golongan, tujuh puluh satu golongan di naar sedangkan satu golongan di jannah. Demi Allah, yang jiwaku di tangan-Nya, umatku akan berpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan, satu golongan di jannah sedangkan tujuh puluh dua golongan di naar"
hadits diriwayatkan oleh Ibnu Majah, II/1322 dan dishahihkan oleh Al-Albani, lihat
"Shahih Al-Jami' Ash-Shagir"
dalam shahih Ibnu Majah / 3226 dengan lafal yang sama tetapi ada penambahan di akhirnya
"........Beliau ditanya: "Siapa mereka ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "jamaah". "
artinya bahwa umat islam nantinya akan terpecah menjadi 73 golongan pada akhir zaman. hal ini sudah kita lihat munculmya aliran-aliran sempalan yang mengatasnamakan islam, tetapi hakikatnya mereka jauh dari ruh islam itu sendiri.
hanya satu golongan yang masuk jannah. yaitu "jamaah".
abdullah bin mas'ud seorang sahabat Rasulullah berkata tentang jamaah
"jamaah adalah apa yang selaras dengan kebenaran, sekalipun engkau seorang diri"
lihat dalam Ighatsatul Lahfan min Mashayid Asy-Syaithan, I/70 karya Ibnul Qoyyim
kebenaran di sini adalah islam yang murni yang dibawa oleh Rasullah dan diamalkan oleh para sahabat.
Jadi satu golongan yang masuk jannah yaitu mereka yang mengikuti kebenaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah sesuai dengan pemahaman yang dipahami oleh pendahulu umat ini yaitu para sahabat dan orang-orang yang mengikuti kebaikan mereka walaupun mereka seorang diri. Semoga Allah memberikan hidayah kepada kita.
Semoga Allah memasukkan ke hati kita ketaatan pada agama yag haq ini
Rasulullah bersabda:
kalian akan melihat perselisihan yang hebat sepeninggalku, maka berpegangteguhlah kalian pada sunahku dan sunah khulafa'ur rasyidin al mahdiyin sepeniggalku. gigitlah ia dengan gigi geraham (peganglah kuat-kuat), dan jauhilah perkara-perkara yang baru (dalam agama), karena setiap yang baru (bid'ah dalam agama) adalah sesat." ( shahih Ibnu hajah 42)
patuhlah kamu sekalian kepadaku (dengan mengikuti sunah) para sahabatku, kemudian orang-orang sesudah mereka, kemudian orang-orang sesudah mereka, kemudian tersebar luas kebohongan" (Ibnu majah dalam As Silsilah Ash Shahiihah 1116)


No comments: